Post Bersama

Sabtu, 06 Agustus 2016

Terjemah Syarah Waraqat: Pengertian Ushul Fiqh

فالأصل الذي هو مفرد الجزء اللأول ما يبني عليه غيره كأصل الجدار اي اساسه واصل الشجارة اي طرفها الثابت في اللأرض

Kata al-ashlu (asal) merupakan bentuk mufrad dari bagian yang pertama ia adalah sesuatu perkara yang didirikan diatasnya (perkara) akan perkara yang lain, seperti ashlul jidar (asal tembok) yang berarti pondasinya dan ashlus syajarah (asal pohon) yang berarti pangkal pohon yang tertancap didalam tanah.

Rabu, 03 Agustus 2016

Terjemah Sullam Munawraq: Muqaddimah (3)

صَـلَّى عَلَيْهِ اللَّهُ مَـادَامَ الحِجَا  
                        يَخُـوضُ مِـنْ بَحْرِ المَعَانِي لُجَجَا


Semoga Allah memerikan rahmat kepada Nabi Muhammad saw. selagi masih ada akal yang menyelami dari pada lautan makna sejauh pandangan mata


وَآلِـهِ وَصَـحْبِهِ ذَوِي  الهُدَى  
                        مَـنْ شُبِّهُـوا بِأَنْجُــمٍ في الِاهْتِدَا


Dan semoga Allah memberi rahmat diatas keluarganya dan sahabatnya yang memiliki petunjuk. Mereka itu adalah manusia yang diumpamakan bagai bintang-bintang pada (memberikan) petunjuk.

Sifat Yang Wajib bagi Allah: Qadirun

قَادِرٌ 

Qadirun Artinya Yang Menguasai, Mustahil yang lemah. 

Dalilnya yaitu dalil sifat Qudrah. 

Rasulullah sholallohu ‘alaihi wa aalihi wa sallam bersabda yang artinya, “Demi Dzat Yang tiada Tuhan selain Dia. Sesungguhnya salah seorang (diantara) kamu telah melakukan amalan penghuni surga. Namun ketika perjalanannya tinggal sehasta lagi, karena ketentuan taqdir bisa jadi dia berbalik melakukan amalan penghuni neraka (su`ul khatimah). Sebaliknya salah seorang (diantara) kamu telah melakukan amalan penghuni neraka. Namun ketika perjalanannya tinggal sehasta lagi, karena ketentuan taqdir bisa jadi dia berbalik melakukan amalan penghuni surga (husnul khatimah), sehingga ia bisa masuk ke dalamnya.”

Menjaga Lisan










Jagalah lisanmu wahai manusia # Karena akibatnya lebih berbahaya daripada sengatan ular berbisa
Betapa banyak orang yang terbunuh lantaran lidahnya # Sehingga teman yang paling akrab pun menjadi berantakan karenanya

Si Pincang Dan Si Buta

Suatu hari seorang yang pincang berjalan menuju ke sebuah warung, kemudia ia duduk disamping orang yang telah mendahuluinya. Kemudia si pincang itu berkata. “Aku tidak akan pernah bisa untuk sampai di pesta penjamuan sultan,” ia pun mendesah, “karena kelemahan yang aku miliki, aku tidak bisa bergerak dengan cukup cepat.”

Lalu seseorang yang lainnya berkata. “Aku juga diundang, akan tetapi keadaanku lebih buruh daripada keadaanmu. Aku adalah orang yang buta sehingga aku tidak bisa melihat jalan.”